Sumber Foto: Yayasan Kyai Ageng Muhammad Besari

Syiir UJud-ujudan Masjid Tegalsari

2021-08-02

.

Demikian sepenggal lalaran yang dikenal dengan Syi'iran Ujud-ujudan, yakni sebuah warisan leluhur yang dibaca dengan cengkok Jawa lokal yang khas dari Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Syiir Ujud-ujudan ini dipercaya kuat oleh masyarakat Tegalsari sebagai warisan otentik dari Kiai Ageng Muhammad Besari, pendiri Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari pada tahun 1600-an. Syiir yang dilantunkan dengan tembang Jawa itu tergolong langka. Tidak semua masjid membacakan tembang yang biasa disebut ujud-ujudan tersebut. Syiir Ujud-ujudan ini rutin dibaca setiap hari Jumat setelah shalat Subuh. Isi dan makna Ujud-ujudan `merupakan bentuk ungkapan pujian kepada Allah SWT dan mengagungkan serta mengisahkan sejarah hidup Nabi Muhammad SAW dengan mengharap kemuliaan dan syafaat beliau di akhir zaman tersebut. Selain untuk mengenang Kiai Ageng Muhammad Besari saat masih hidup, Syiir ini juga memberikan dampak bagi warga dalam pengalaman religiusnya. Para warga di desa Tegalsari juga berupaya agar syiir peninggalan Kiai Ageng Muhammad Besari ini tidak punah dan hilang begitu saja, salah satunya dengan membekali dan memberikan waktu kepada generasi muda untuk ikut serta dalam kegiatan pembacaan syiir ini.